Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

mereka tidak menjadikan sunnah beliau sebagai sumber agama


Karena dulu ketika di dunia, mereka tidak menjadikan sunnah beliau sebagai sumber agama
>>>
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yang enggan.” Mereka (para Shahabat) bertanya: “Siapa yang enggan itu?” Jawab beliau: “Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk Surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”

Terlebih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjanjikan bahwa beliau akan menunggu kita para umatnya di telaganya (al Haudh) untuk bersama-sama minum air telaga itu. Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menunggu kalian di al Haudh, telaga. Siapa yang mendatanginya, dia akan minum airnya. Dan siapa yang minum airnya, tidak akan haus selamanya” (HR. Bukhari)

Mereka yang Terusir dari Haudh
Telaga yang demikian luar biasa, penuh kebaikan, ternyata tidak semua bisa menikmatinya. Ada beberapa umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak bisa mendatangi haudh, apalagi menikmati kesegaran airnya. Mereka seolah dihalangi, hingga tersesat tidak menemukannya. Sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berusaha memanggilnya, agar mendatangi haudh.
Umatku…umatku… beliau berharap agar mereka bisa turut mendatangi haudh. Hingga beliau mendapatkan jawaban dari Malaikat, mengapa mereka tidak bisa mendatangi haudh.

Pemandangan menyedihkan ini disebutkan dalam banyak hadist. 
Berikut diantaranya :
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku berada di haudh. Menunggu orang yang datang kepadaku diantara kalian. Demi Allah, ada beberapa orang yang dijauhkan dariku. Sungguh aku memanggil, ‘Ya Rabb, mereka dariku dan dari umatku.’ Kemudian Dia menjawab, “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu. Mereka terus kembali mundur (murtad)” (HR. Muslim)

Dalam hadis dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akulah yang pertama kali mendatangi Haudh. Siapa yang menuju kepadaku akan minum, dan siapa yang minum niscaya tidak akan haus selamanya. Sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi. Akupun mengatakan, ’Mereka umatku.’ Kemudian disampaikan kepadaku, ”Kamu tidak tahu, perbuatan bid’ah apa yang mereka lakukan setelahmu.” Lalu aku berkomentar, ”Celaka.. celaka orang yang mengubah agama sepeninggalku” (HR. Bukhari & Muslim)

Ibnu Abi Mulaikah, Seorang ulama tabiin yang termasuk perawi hadis ini, pernah berdoa, ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku balik ke belakang (murtad) atau aku terfitnah sehingga tersesat dari agamaku” (HR. Bukhari)

Dalam hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan siapakah orang yang terusir dari telaga beliau. Mereka termasuk umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengenalinya dengan ciri yang ada pada diri mereka. Hingga merekapun beliau panggil, Umatku… umatku…

Hanya saja, mereka umat beliau yang menyimpang. Menyimpang dalam amal dan bahkan dalam aqidah. Dengan sebab ini, mereka terusir dari telaga beliau. Karena dulu ketika di dunia, mereka tidak menjadikan sunnah beliau sebagai sumber agama. Sehingga di akhirat, mereka tidak bisa menikmati air telaga beliau yang berkah.

Pahala Sebanyak Bintang Dilangit



Pahala Sebanyak Bintang Dilangit



Suatu Malam Baginda Rasulullah SAW dan Istrinya Aisyah berdiri di depan rumahnya sambil memandang keindahan langit ciptaan Allah SWT.

Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah SAW, pahala siapakah sebanyak bintang - bintang dilangit itu.

 Di dalam Hatinya Aisyah menebak pahala sebanyak ini pasti pahala bapaknya. 

"Pahala sebanyak ini adalah pahala sahabatku Umar r.a" , Jawab Rasulullah SAW. Aisyah terkejut, lalu bertanya, "Ya Rasulullah SAW bagaimana dengan bapakku?". Rasulullah SAW tersenyum kepada istrinya sambil Beliau SAW berkata, ketahuilah istriku, satu hari penghijrahan Abubakar r.a bersamaku pahalanya lebih banyak dari pahala Umar r.a dan keluarganya sampai hari kiamat.

Tujuh Macam Pahala Yang Dapat Dinikmati Selepas Kita Meninggal


Tujuh Macam Pahala Yang Dapat Dinikmati Selepas Kita Meninggal

Dari Anas r.a berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang         untuk beramal ibadat didalamnya.
2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum  daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapatkan pahala selagi ada orang yang membacanya.
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakanya.
5. Sesiapa yang menanam tanam - tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau
burung.
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang
mempelajarinya.
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ia nya selalu mendoakan kedua orang
tuanya dan beristighfar baginya.Yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang         mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran - ajarannya tanpa                   mengurangi pahala anak itu sendiri.


Kebenaran Surat Ar- Rahman

Surat Ar-Rahman adalah surat yang “ajaib”, karena di dalamnya Tuhan berulangkali menjelaskan “Maka, nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?”.
Foto di bawah ini memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya. Subhanallah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada.
Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)
Kebenaran Surat Ar- Rahman

Allah SWT juga berfirman, Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol. Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda. Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut. Ada garis batas yang memisahkan keduanya. Air laut dari lautan atlantik berwarna biru lebih terang. Air laut dari laut Mediteranian berwarna biru lebih gelap, lebih pekat. Garis batasnya sangat jelas.
Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Kebenaran Surat Ar- Rahman

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.
Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Subhannallah.
Kebenaran Surat Ar- Rahman

Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi. Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, empatbelas abad yang lalu. Jadi kalimat siapa itu? Yang pasti bukan kalimat Muhammad (yang butahuruf). Itu adalah kalimatnya Allah. Itu adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan?
Kebenaran Surat Ar- Rahman

Luar biasa, pemandangan selat Gibraltar yang memiliki dua warna air sungguh menakjubkan.
“Sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang orang yang berakal”. (Q.S.Al Imran : 190)
Semua kebenaran datangnya dari Allah, sementara kesalahan-kesalahan dalam tinjauan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis yang mungkin tidak bisa menjangkau ilmu Allah yang begitu luas.
Maha Benar Allah Atas Segala Firman-Nya. Al-Quran sudah menyebutkan fenomena ini 15 abad yang lalu, dan ilmu pengetahuan modern mengungkapkannya pada abad 20. Wallaahu a’lam bish-shawab

INI ALASAN IMAM SYAFI’I TIDAK SHALAT TAHAJUD

Putri Imam Ahmad bin Hanbal terkejut. Ia yang sejak ba’da Isya’ mengamati kamar Imam Syafi’i tidak melihat ulama tersohor itu keluar kamar untuk shalat tahajjud. Tidak pula mengambil wudhu. Imam Syafi’i baru terlihat keluar dari kamar tamu ketika adzan Subuh berkumandang.
Selain itu, ada hal-hal ganjil lain yang dilihatnya dari tamu ayahnya itu. “Wahai ayah, apakah beliau adalah Imam Syafi’i yang kau ceritakan itu?” tanyanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal.
INI ALASAN IMAM SYAFI’I TIDAK SHALAT TAHAJUD

“Iya,” jawab sang ayah, singkat.
“Aku perhatikan ada tiga hal yang ganjil. Ketika kita hidangkan makanan, ia banyak makan. Ia tidak menunaikan shalat tahajud. Lalu ketika shalat Subuh, ia tidak berwudhu.”
Imam Ahmad bin Hanbal pun kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Imam Syafi’i.
“Wahai Imam Ahmad, aku banyak makan karena aku tahu bahwa makanan yang engkau hidangkan pasti makanan halal dan engkau adalah orang yang dermawan. Tak ada keraguan sedikitpun akan hal itu. Makanan halal yang diberikan orang dermawan adalah obat. Aku makan banyak bukan untuk mengenyangkan perutku, tetapi untuk menjadikannya sebagai obat untuk diriku,” terang Imam Syafi’i. Nyatalah, beliau bukanlah seorang yang banyak makan. Bukan orang yang suka memenuhi perutnya dengan makanan.
“Semalam aku memang tidak menunaikan shalat tahajud. Sebabnya, ketika aku hendak tidur, aku melihat seakan-akan Al Qur’an dan hadits terpampang di depan mataku. Aku pun menghabiskan malam dengan melakukan istinbath hukum. Alhamdulillah, tujuh puluh dua masalah Fiqih dapat kuselesaikan dalam semalam. Insya Allah semuanya bermanfaat bagi kaum muslimin,” masya Allah… inilah ulama besar yang sangat memperhatikan urusan umat Islam, hingga semalam suntuk tidak tidur demi memberikan solusi dan kemanfaatan.
“Adapun mengapa aku shalat Subuh tanpa terlihat mengambil air wudhu, karena semalaman mataku terjaga dan tidak ada sesuatu yang membatalkan wudhuku,” pungkas Imam Syafi’i. Jawaban ini membuat Imam Ahmad bin Hanbal semakin mengagumi sahabatnya itu. Jawaban ini juga membuat putri Imam Ahmad bin Hanbal merasa malu telah memiliki prasangka yang bukan-bukan terhadap imam agung tersebut. Namun tanpa pertanyaannya, mungkin seluruh dunia tidak pernah tahu kisah ini.
Kini saatnya kita bertanya pada diri kita. Jika kita suatu ketika –atau bahkan terbiasa- banyak makan, adakah alasan lain atau hanya untuk memenuhi syhawat perut kita? Sebab banyak makan karena syahwat perut akan membuat kita banyak tidur, malas ibadah dan akhirnya banyak masalah. Karenanya Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tidak memenuhi perut dengan makanan; melainkan sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk air, dan sepertiganya untuk udara.
Jika Imam Syafi’i tidak menunaikan shalat tahajud karena sedang melakukan istinbath hukum, menjawab dan menulis tujuh puluh dua masalah Fiqih demi kemaslahatan umat, adakah alasan kita ketika kita tidak shalat tahajud? Atau jangan-jangan, kita terbiasa tidak shalat tahajud tanpa alasan?! Astaghfirullah

5 Anak Iblis ini Paling Berbahaya

5 Anak Iblis ini Paling Berbahaya

IBLIS itu bapak dari segala jin. Iblis termasuk jenis mahluk gaib. Iblis memiliki sifat sombong. Ketika Allah memerintahkan para malaikat agar bersujud kepada Nabi Adam AS, semua malaikat menaatinya. Mereka semuanya bersujud kedapa Nabi Adam. Bahkan ia (Iblis) menyombongkan diri. Kemudian perintah Allah agar bersujud kepada Nabi Adam AS, karena ia di ciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Oleh karena itu, menjadi mahluk terkutuk di sisi Allah SWT.
Iblis mempunyai kerajaan yang sangat besar. Ada pemerintahan, menteri, dan kantor-kantor yang besar. Iblis juga mempunyai wakil, dan lima di antaranya termasuk yang paling berbahaya. Mereka adalah lima anak Iblis.
1. Tsabar
Tsabar bertugas mendatangi orang yang sedang mengalami kesusahan atau tertimpa musibah, seperti kematian keluarga, bencana, dan semacamnya. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhan kepada Allah. Dia mendorong manusia untuk berkeluh kesah dan meratap-ratap. Untuk menghindarinya, hendaknya ucapkan doa:
A’ûdzubillâhi minassyaithôni tsabarirrojīmi wajundihi waabnâ ihi (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, Tsabar, yang terkutuk, serta para pengikut dan anaknya).
2. Dâsim
Dâsim bertugas mencerai-beraikan ikatan pernikahan, mengobarkan rasa benci satu sama lain dalam kehidupan rumah tangga, dan mendorong seseorang untuk menyebarkan aib sehingga menyebabkan pertengkaran dan bahkan perceraian. Dâsim adalah anak kesayangan Iblis. Untuk menghadapinya, hendaknya mengucapkan doa:
A’ûdzubillâhi minassyaithôni dâsimirrojīmi wajundihi waabnâ ihi (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, Dâsim, yang terkutuk, serta para pengikut dan anaknya).
3. Al-A’war
Al-A’war adalah spesialis dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Dia menjadikan indah bagian bawah tubuh wanita ketika mereka keluar rumah. Dia mendorong orang untuk melakukan zina dan memperlihatkan zina sebagai sesuatu yang menyenangkan. Semua hal yang berkaitan dengan zina dan penurunan moral menjadi tugas Al-A’war dan para anak buahnya.
4. Maswath
Tugas Maswath adalah membuat kebohongan-kebohongan, baik besar ataupun kecil. Bahkan kejahatan yang dia lakukan bersama anak buahnya termasuk memperlihatkan diri dalam bentuk seseorang yang duduk dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh manusia, kemudian menyebarkan kebohongan yang pada akhirnya disebarkan pula oleh manusia.
5. Zalnabûr
Tempat kerja Zalnabûr dan para anteknya adalah pasar-pasar. Mereka mengobarkan pertengkaran, caci maki, perselisihan, dan bahkan bunuh-membunuh.
Wallâhu ‘alam.

Pekerjaan apakah yang paling baik dan paling mulia?

Pekerjaan apakah yang paling baik dan paling mulia?

Pekerjaan apakah yang paling baik dan paling mulia? Melalui empat hadits shahih ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkannya kepada kita.

Dari Sa’id bin Umair dari pamannya, dia berkata,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan yang baik.” (HR. Baihaqi dan Al Hakim; shahih lighairihi)
Dari Khalih, ia berkata,
سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْكَسْبِ فَقَالَ بَيْعٌ مَبْرُورٌ وَعَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab, “perniagaan yang baik dan pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri” (HR. Al Bazzar dan Thabrani dalam Al Mu’jam Kabir; shahih lighairihi)
Dari Ibnu Umar, ia berkata,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْكَسْبِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perniagaan yang baik.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Kabir; shahih)
Dari Rafi’ bin Khadij, ia berkata,
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap perniagaan yang baik.” (HR. Ahmad dan Al Bazzar; shahih lighairihi)
Dari keempat hadits tersebut, meskipun kadang Rasulullah ditanya dengan istilah “pekerjaan yang paling baik” dan kadang ditanya dengan istilah “pekerjaan yang paling utama”, ternyata jawaban beliau hampir sama. Yakni pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan perniagaan yang baik.
Pekerjaan dengan tangan sendiri maksudnya adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang tanpa meminta-minta. Pekerjaan itu bisa berupa profesi sebagai tukang batu, tukang kayu, pandai besi, maupun pekerjaan lainnya. Dalam hadits yang lain dicontohkan pekerjaan seseorang yang mencari kayu bakar. Profesi dokter, arsitek, dan sejenisnya di zaman sekarang juga termasuk dalam hadits ini.
Sedangkan perniagaan yang baik maksudnya adalah perniagaan atau perdagangan yang bersih dari penipuan dan kecurangan. Baik kecurangan timbangan maupun kecurangan dengan menyembunyikan cacatnya barang yang dijual.
Jadi, dalam Islam, pekerjaan apapun baik. Pekerjaan apapun bisa menjadi pekerjaan paling baik. Asalkan halal dan bukan meminta-minta. Baik menjadi karyawan, profesional, pebisnis maupun pengusaha, semua punya peluang yang sama. Masya Allah… indahnya… 

Yang LebihDikhawatirkan Rasulullah atas Umatnya daripada Dajjal

Dajjal adalah fitnah yang besar bagi manusia di akhir zaman, tidak terkecuali bagi umat Islam. Dengan kemampuan dan kekuatannya yang aneh, banyak manusia akan menjadi pengikutnya.

Yang LebihDikhawatirkan Rasulullah atas Umatnya daripada Dajjal

Dari hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang Dajjal, disebutkan bahwa Dajjal bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain secara cepat. Dajjal bisa memanggil syetan agar menyerupai orang yang telah meninggal untuk bertemu dengan anaknya agar mengakui Dajjal sebagai Tuhan. Dajjal juga bisa ‘mendatangkan’ hujan dan memerintahkan benda mati menuruti keinginannya. Banyak orang yang tertipu dengan kehebatan Dajjal. Karenanya, Rasulullah mengkhawatirkan umatnya atas fitnah Dajjal ini.

Namun, ada hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah atas umatnya daripada fitnah Dajjal. Apa itu? Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan:



خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ. قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami sedangkan kami masih membicarakan al Masih ad Dajjal. Maka beliau bersabda, ‘Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada al Masih ad Dajjal?’ Kami menjawab, ‘Mau, ya Rasulallah.’ Beliau bersabda, ‘Syirik khafi. Yakni seseorang mendirikan shalat, lalu dia memperindah shalatnya karena merasa ada orang yang melihat shalatnya.’” (HR. Ibnu Majah; shahih)

Inilah hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah menimpa umatnya daripada datangnya Dajjal. Sririk khafi. Syirik yang samar. Begitu samar bisa jadi orang tidak menyadari bahwa dirinya telah berbuat demikian. Salah satu contohnya adalah memperindah shalat karena merasa dilihat orang.

Pada surat Al Ma’un disebutkan bahwa ada orang yang menunaikan shalat tapi celaka. Yakni orang yang lalai dalam shalatnya. Diantara bentuk kelalaian itu adalah ia melalaikan Allah, tetapi justru memikirkan orang yang melihat shalatnya. Ia tidak ingat Allah, tetapi ingat betul terhadap manusia yang melihat dirinya.

Seberapapun bahaya Dajjal, ia kelihatan dan dapat diketahui tanda-tandanya secara fisik. Namun soal syirik khafi ini, ia begitu halus sehingga orang yang tengah shalat pun bisa terkena.

Seberapapun bahaya Dajjal, ia tidak bisa memasuki Makkah dan Madinah. Namun soal syirik khafi ini, ia bisa menimpa muslim mana pun termasuk yang tinggal di Makkah dan Madinah.

Mari kita berdoa semoga dilindungi Allah dari seluruh syirik, baik syirik yang terang-terangan (syirik jali) maupun syirik yang samar-samar (syirik khafi):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun kepada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

Informasi Tentang Nabi Muhammad SAW Yang Mungkin Banyak Muslim Belum Tahu

Informasi Tentang Nabi Muhammad SAW Yang Mungkin Banyak Muslim Belum Tahu

Kita perlu melakukannya untuk memperkuat cinta kita terhadapnya, untuk lebih bersyukur kepada Allah karena sudah mengutusnya pada kita, dan untuk lebih menirunya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Berikut adalah 8 informasi tentang Nabi Muhammad SAW yang mungkin banyak Muslim belum tahu.
1. Warna favoritnya adalah hijau.
2. Makanan favoritnya adalah madu.
3. Keringatnya harum seperti parfum. Ini bukan melebih-lebihkan.
4. Suaranya cukup keras dan bisa didengar oleh 124 ribu jamaah tanpa ada bantuan alat apapun.
5. Ia tak pernah memotong pembicaraan orang lain.
6. Dia adalah Nabi paling tampan di antara nabi-nabi yang lainnya.
7. Ia biasa tidur dengan miring ke sebalah kanan, meletakkan tangan kanannya di pipi kanannya.
8. Ia selalu menggunakan siwak setiap malam

Akibat Berzina

Ketahuilah, bahwa zina itu termasuk dosa besar. Ia mendatangkan celaka dan bencana bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala telah melarang hal tersebut pada berbagai tempat di dalam kitab-Nya. Dia berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al Israa’: 32)

Akibat Berzina

Dan firman-Nya pula, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al Mu’minum: 5-7)

Dan Rasulullah bersabda, “Tiada seorang pezina melakukan zina ketika ia sedang beriman.” (HR MUSLIM)



Yang dimaksudkan dengannya ialah, bahwa seorang yang berbuat zina itu dijauhkan dari Allah Ta’ala, berhak memperoleh kemurkaan Allah Azza wa Jalla.

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa seorang pemuda datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya, “Apakah engkau mengizinkan aku untuk berzina?”

Orang-orang yang mendengarnya lalu berteriak mengecam pemuda itu. Tetapi kemudian beliau bersabda, “Biarkan ia. Mendekatlah kepadaku.” Lalu beliau bersabda, “Apa kamu menyukai hal itu terjadi pada ibumu?”

Anak muda itu menjawab, “Tidak, semoga Allah menjadikan aku tebusanmu.”

Beliau bersabda, “Demikian pula manusia lainnya, mereka tidak menyukai hal itu terjadi pada ibu-ibu mereka.”

Kemudian beliau bertanya lagi kepadanya, “Apakah kamu menyukai hal itu terjadi pada anak-anak perempuanmu?”

Pemuda itu menjawab, “Tidak!”

Beliau lalu bersabda, “Demikian pula manusia lainnya membenci hal itu terjadi terhadap anak-anak perempuan mereka.”

Hingga beliau menyebutkan mengenai saudara perempuan, para saudara perempuan ibu, para bibi dan anak muda itu tetap menjawab, “Tidak.” Rasulullah SAW selalu menimpali jawaban pemuda itu dengan sabdanya, “Demikian pula dengan manusia lain, tidak menyukai hal itu.” Beliau kemudian meletakkan tangannya di dada pemuda itu dan mendo’akan, “Ya Allah, sucikan hatinya, ampuni dosanya dan jagalah kemaluannya.”

 Maka semenjak itu tidak ada hal yang paling dibencinya selain zina (HR Ahmad, dengan sanad shahih)

Dan Rasulullah SAW bersabda, “Ketika wanita diciptakan, iblis kemudian berkata kepadanya, ‘Kamu adalah separuh tentaraku, dan kamu adalah tempat rahasiaku. Kamu adalah panahku yang aku gunakan untuk memanah sasaran sehingga bidikanku tidak akan meleset.’”

Maka hati-hatilah, semoga Allah memberimu rahmat dari panah setan.

Beliau juga bersabda, “Zina itu mendatangkan kefakiran dan menghilangkan keindahan di wajah.”

Allah SWT berfirman, “Aku bersumpah terhadap diri-Ku akan membuat fakir orang yang berzina walau setelah beberapa lama.”

Zina juga menghabiskan harta dan menghilangkan sinar wajah serta menyebabkan pelakunya kekal di dalam neraka.

Wahai orang yang mendurhakai Allah di masa muda

Dan kini sudah datang uban sebagai peringatan dari-Nya

Lembaran kitabmu telah penuh dengan noda-dosa

Bagaimana engkau membacanya nanti

Siapkan jawaban bila kelak engkau ditanya

Dan api neraka didekatkan kepadamu oleh pemiliknya

Wahai kaum Muslimin, betapa banyaknya

Orang yang dipermalukan api ketika memasukinya

Dan Rasulullah SAW bersabda, “Tiada yang lebih cemburu dari Allah Ta’ala ketika Dia melihat hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, melakukan zina. Demi Allah, sekiranya kalian tahu apa yang aku ketahui, tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Apabila mereka meminta istirahat, peti itu dibukakan bagi mereka. Dan panas dari peti yang dibuka itu akan sampai kepada para penghuni neraka itu berteriak serempak, ‘Ya Allah, berilah laknat kepada para penghuni peti-peti itu. Merekalah yang merampas kemaluan para wanita secara haram.”

Dan beliau juga bersabda, “Sesungguhnya ketika Allah Ta’ala menciptakan surga itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Berbicaralah.’ Surga pun berkata, ‘Berbahagialah orang yang memasuki aku.’ Kemudian Allah yang Mahaperkasa berfirman, ‘Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tidak akan memasukimu delapan golongan dari manusia: Pecandu minuman keras, orang yang bersikeras berbuat zina, orang yang melakukan namimah (mengadu domba), lelaki yang tidak cemburu (membiarkan) isteri atau anak perempuannya berbuat maksiat (dayyuts), aparat hukum yang semena-mena, laki-laki yang menyerupai perempuan, orang yang memutuskan silaturahim, dan orang yang mengatakan: Aku janji terhadap Allah akan melakukan ini dan itu, namun ia tidak melakukannya.’”

Bukanlah yang dimaksudkan dengan orang yang bersikeras berzina itu orang yang terus menerus melakukannya. Tidak pula yang dimaksudkan dengan pecandu minuman keras itu orang yang selalu meminumnya. Akan tetapi itu adalah orang yang apabila mendapatkan minuman keras ia langsung meminumnya, tanpa ada keinginan untuk mencegahnya karena rasa takut terhadap Allah. Dan kapan ada kesempatan untuk berzina, ia pun melakukannya dan tidak bertobat daripadanya. Siapa siapa yang tidak mencegah jiwa dari mengikuti hawa nafsunya, maka Neraka Jahanamlah yang menjadi tempat tinggalnya.

Diriwayatkan bahwa di kalangan Bani Israil ada seorang laki-laki yang menikahi wanita dari  negeri lain. Ia kemudian mengutus seorang kepercayaannya untuk membawa isterinya itu kepadanya. Tapi, melihat isteri temannya itu, utusan tersebut tergoda nafsunya untuk berzina dengannya. Namun ia segera sadar dan melawan godaan keji tersebut dengan memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala. Maka Allah kemudian mengangkat utusan itu sebagai seorang nabi dari kalangan Bani Israil, karena berhasil mengalahkan hawa nafsunya.

Kendalikan nafsumu, jangan merasa aman dengan godaannya

Sebab nafsu itu lebih buruk dari tujuh puluh setan

Ibnu Abbas menceritakan dari Ka’ab ra, bahwa ada dari kalangan Bani Israil seorang yang sangat benar keimanannya, menyendiri untuk beribadah. Ia tinggal di sebuah tempat ibadah dalam masa yang sangat lama. Dan setiap pagi dan sore malaikat datang kepadanya bertanya, “Apa kamu mempunyai hajat?”

Ia menjawab, “Allah yang lebih tahu hajatku.”

Allah kemudian menumbuhkan di atas tempat peribadatannya sebatang pohon anggur. Pohon itu berbuah setiap hari, dan menjadi makanan ahli ibadah itu. Dan apabila merasa haus, ia menadahkan tangannya dan keluarlah dari pohon itu air yang dapat diminumnya.

Setelah sekian lama, lewatlah seorang wanita yang cantik jelita. Wanita itu kemudian memanggilnya, “Hai, hamba Allah!”

“Ya?” jawab ahli ibadah itu.

“Apa Tuhanmu melihatmu?” tanya si wanita.

Ia menjawab, “Dia adalah Allah yang Maha esa dan Mahaperkasa, Yang Mahahidup dan Mahaberdiri sendiri, Yang Mahamengetahui apa yang terpendam di dalam dada, dan Yang membangkitkan dari alam kubur.”

Wanita itu berkata, “Sepertinya kampungku masih jauh dari sini.”

Si ahli ibadah lalu menawarkan wanita itu masuk ke tempat ibadahnya dan menginap disitu.

Ketika wanita itu telah berada di dalam rumah peribadatan, ia lalu melepaskan pakaiannya dan berdiri dalam keadaan telanjang, memperlihatkan tubuhnya kepada lelaki itu. Maka lelaki itu langsung memejamkan mata dan berkata, “Celaka engkau, tutup tubuhmu!”

Wanita itu berkata, “Apa bahayanya jika kamu bersenang-senang denganku malam ini?”

Lelaki ahli ibadah itu lalu bertanya pada nafsunya, “Hai nafsu, apa pendapatmu?”

Nafsu menjawab, “Aku akan senang sekali dengannya.”

Ia pun berkata pada nafsunya, “Celaka engkau! Apakah kamu ingin memakai baju api yang memotong-motong badanmu, dan melenyapkan ibadahku saat ini? Tak semua orang yang berzina itu diampuni. Orang yang berzina akan diseret dengan muka terbalik di dalam api neraka, dan neraka itu adalah api yang tak pernah padam, azabnya tidak akan habis. Aku takut Allah akan murka kepadamu dan tidak meridhaimu selama-lamanya.”

Tapi nafsunya terus menggoda lelaki itu untuk berzina. Maka ia pun berkata, “Aku akan mengujimu dengan api yang kecil. Jika kamu tahan menghadapinya, maka aku akan membiarkanmu bersenang-senang dengan anak gadis ini.”

Ia kemudian mengisi lampunya dengan minyak dan memperbesar nyala api. Sedang wanita itu mendengar dan melihat apa yang dilakukan ahli ibadah itu. Kemudian ia meletakkan ibu jarinya ke dalam api yang menyala di sumbu lampu minyak itu, lalu ia berteriak kepada api, “Mengapa kamu ini? Bakar ia!” Maka api itu pun membakar ibu jarinya, kemudian membakar jari-jarinya, lalu tangannya. Melihat itu, gadis tersebut berteriak histeris, dan meninggal dunia. Si ahli ibadah itu kemudian menutup tubuh wanita tersebut dengan pakaiannya semula.

Ketika pagi hari tiba, Iblis laknatullah berteriak mengatakan, “Wahai manusia! Ahli ibadah itu telah berzina dengan fulanah binti fulan, lalu membunuhnya.” Maka raja yang berkuasa saat itu mengerahkan pasukan dan bersama masyarakat mendatangi tempat peribadatan itu. Dan sesampainya disana, raja memanggil dan ahli ibadah itu keluar menjawab panggilan rajanya.

Raja pun bertanya padanya, “Mana fulanah binti fulan?”

“Ada bersamaku disini,” jawab si ahli ibadah.

Raja berkata, “Suruh dia turun!”

Ia menjawab, “Dia telah meninggal.”

Raja berkata kepadanya, “Apa karena ia tidak mau berzina sehingga engkau membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah?”

Kemudian tempat ibadah itu dihancurkan oleh pasukan kerajaan, dan ahli ibadah itu kemudian diseret pergi.

Dengan lehernya terikat oleh rantai. Dan mayat wanita itu pun dibawa serta. Ahli ibadah itu dibawa dalam keadaan tangannya yang hangus terbakar itu terbungkus kain, sedang ia tidak memberitahukan cerita yang sebenarnya. Kemudian sebuah gergaji diletakkan di atas kepalanya dan di perintahkan kepada para algojo, “Tariklah gergaji itu!” Maka mereka pun menggergaji kepalanya.

Dan ketika gergaji itu telah sampai di otaknya, ia mengaduh. Kemudian Allah mewahyukan kepada Jibril as untuk mengatakan kepada ahli ibadah itu agar jangan mengaduh sekali lagi, karena Allah menyaksikannya. Dan para malaikat pemanggul arasy-Nya menangisi apa yang terjadi dengan ahli ibadah itu. “Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, jika ia mengaduh untuk kedua kalinya, Aku akan hancurkan langit dan bumi,” pesan Allah kepada ahli ibadah itu melalui Jibril. Maka ia pun tidak mengaduh dan tidak pula berbicara hingga ia meninggal. Semoga Allah merahmatinya.

Ketika ia telah meninggal dunia, Allah kemudian mengembalikan ruh wanita itu hingga hidup kembali. Si wanita langsung mengatakan, “Demi Allah, orang ini telah mati dalam keadaan terzalimi. Ia tidak berzina, dan aku masih tetap perawan.” Lalu ia menceritakan kisah sebenarnya kepada mereka. Maka, mereka memeriksa tangannya dan benar tangannya terbakar seperti yang diceritakan gadis itu. Maka mereka pun berkata, “Kalau kami tahu, tentu kami tidak akan menggergajinya.” Tetapi ahli ibadah itu telah jatuh ke bumi dengan tubuh terbelah dua. Dan gadis itu pun kembali mati.

Kemudian mereka menggalikan satu kuburan untuk keduanya. Dan mereka mendapati di dalam liang kubur tersebut bau wangi katsuri. Lalu mereka mendatangi kedua jasad itu untuk di shalati, namun terdengar suara langit, “Bersabarlah, hingga mereka di shalati oleh para malaikat.”

Selang kemudian orang-orang pun menyalati dan mengubur mereka. Dan Allah menumbuhkan di atas makam mereka bunga melati. Di makam itu juga terdapat tulisan yang berbunyi, “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dari Allah untuk hamba-Ku dan wali-Ku. Aku telah membangun mimbar dibawah arsy-Ku, telah mengumpulkan para malaikat-K dan Jibril as berkhutbah, dan Aku mengawinkanmu dengan lima puluh ribu pengantin dari surga Firdaus. Demikianlah yang Aku perbuat terhadap orang yang menaati-Ku dan senantiasa merasa terawasi oleh-Ku.”

Rasulullah bersabda, “Memandang kecantikan wanita itu adalah salah satu dari panah-panah Iblis. Barangsiapa yang menjaga pandangannya, maka Allah akan memberikan kepadanya rasa manis dalam beribadah di dalam hatinya.” (HR. Hakim)

Dan dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa, Aku haramkan atas api neraka itu tiga macam mata: mata yang berjaga di jalan Allah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah. Segala perbuatan ada balasannya (di dunia), kecuali setetes air mata. Balasan baginya adalah kasih sayang, ampunan dan surga.” Wallahu a’lam.

TUJUH KEUTAMAAN SEDEKAH

Sedekah adalah salah satu amalan unggulan yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw. Sedekah merupakan amalan yang digaransi oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dengan balasan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Sedekah memiliki manfaat yang besar dalam menunjang perjuangan Islam. Dalam banyak riwayat disebutkan, banyak orang yang terselamatkan dari api neraka sebab sedekah sederhana yang dilakukan dengan ikhlas.

TUJUH KEUTAMAAN SEDEKAH

Di dalam buku “Mizan, Jurus Jitu Memperberat Timbangan Amal”, Dr Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim menyebutkan tujuh sedekah paling utama yang bisa memperberat timbangan amal kebaikan seseorang.


PERTAMA, SEDEKAH SAAT SEHAT DAN SANGAT MENGHENDAKI HARTA

Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah Saw. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, laki-laki itu bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”

“Kamu bersedekah saat sehat,” jawab Rasulullah, “dan saat kamu benar-benar menghendaki harta itu,” lanjut Rasulullah Saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ini, “ketika kamu takut menjadi fakir dan sangat mengharapkan menjadi kaya.”

Rasulullah Saw melanjutkan dalam sabdanya yang diriwayatkan pula oleh Imam al-Bukhari dan Muslim ini, “Jangan menundanya sampai menjelang kematian, lalu,” pungkas Rasulullah Saw dalam hadits yang dibawakan pula oleh Imam Abu Dawud dan Nasa’i ini, “kamu berkata, ‘Bagi si Fulan seperti ini, yang lain seperti ini.’”

KEDUA, SEDEKAH DARI HARTA PRIBADI UNTUK ORANG FAKIR

Di antara hikmah melakukan sedekah adalah mendahulukan orang lain terkait kebutuhan duniawi. Sedekah juga bisa melatih sikap agar seseorang tidak mendewakan harta dengan menumpuknya.

“Sebaik-baik sedekah,” sabda Rasulullah Saw, “adalah yang berasal dari kekayaan,” demikian disampaikan dari Abu Hurairah. Rasulullah Saw melanjutkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam al-Bukhari, Muslim dan Nasa’i, “Mulailah dengan orang yang fakir.”

Menjelaskan hadits ini, Dr Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim mengatakan, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan setelah mencukupi kebutuhan.” Lanjut ulama’ asal Mesir ini, “Bagi orang fakir, sedekah dilakukan sesuai kesanggupannya,” sehingga, “tidak menjadikan ia membutuhkannya selepas bersedekah.”

Sedekah, meski merupakan amalan unggulan, hendaknya tidak memberatkan pelakunya. Sedekah sebagai salah satu bentuk amalan terkait harta harus dilakukan sesuai prioritas hukum. Yakni mengutamakan yang wajib, kemudian menambahkan dengan yang sunnah

Dua sedekah yang paling utama sebelumnya adalah sedekah saat sehat dan sangat menghendaki harta, dan sedekah dari harta pribadi untuk orang fakir.

KETIGA, SEDEKAH ORANG YANG SEDIKIT HARTANYA

Abdullah bin Habsyi al-Khats’ami menyampaikan sebuah hadits panjang tentang amalan yang paling utama, shalat yang paling utama, hijrah, jihad dan kematian yang paling mulia.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Hibban ini menyebutkan, tatkala Rasulullah ditanya sedekah apa yang paling utama, beliau menjawab, “Ketekunan orang yang sedikit hartanya.”

Menerangkan hadits mulia ini, al-Hasan mengetengahkan sebuah riwayat tentang laki-laki yang mendatangi Utsman bin ‘Affan. Dengan lugu, laki-laki itu berkata kepada Khalifah ketiga kaum muslimin ini, “Kalian pergi dengan membawa kebaikan, wahai para pemilik harta. Kalian bersedekah, memerdekakan budak, berhaji dan berinfaq.”

Sosok yang juga menjadi menantu Rasulullah Saw sebanyak dua kali ini menjawab seraya memotivasi, “Kalian menginginkan seperti kami, kami pun menginginkan seperti kalian.” Lanjut sahabat Rasul yang juga dua kali berhijrah ini, “Demi Allah Ta’ala, satu dirham yang yang diinfaqkan seseorang dengan sungguh-sungguh lebih baik dari puluhan dirham yang diberikan tanpa kesungguhan.”

KEEMPAT, SEDEKAH KEPADA KERABAT YANG MEMBENCI

Sedekah disyariatkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an kepada keluarga dan kerabat terdekat. Bermula dari istri, anak-anak, orang tua, saudara kandung, tetangga dan seterusnya. Syariat ini memiliki hikmah yang amat besar.

Dengan demikian, keluarga dan orang-orang terdekat tidak akan mengalami kekurangan tatkala ada salah satu anggota keluarganya yang kaya raya. Sebab anggota yang kaya raya itu akan mendistribusikan sedekahnya kepada orang-orang dan keluarga terdekatnya.

“Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah Saw,” ujar Hakim bin Hazm, “Ia bertanya kepada beliau tentang sedekah yang paling utama.” Rasulullah Saw pun menjelaskan, “Sedekah kepada kerabat yang menyimpan kebencian.”

Inilah di antara mulianya Islam. Bahkan kepada kerabat yang membenci, Islam memerintahkan kepada umatnya agar bersedekah kepada kerabat tersebut. Di antara hikmahnya, dengan sedekah yang diberikan itu, kerabat yang membenci akan dilunakkan hatinya sehingga memberikan pemaafan yang berarti mewujudkan persatuan dan kesatuan umat

Empat sedekah yang paling utama sebelumnya adalah sedekah saat sehat dan menghendaki harta, sedekah dari harta pribadi untuk orang fakir, sedekah orang yang sedikit hartanya, dan sedekah kepada kerabat yang membenci.

KELIMA, SEDEKAH YANG BERSIFAT INVESTASI

Sedekah dalam bentuk investasi memiliki keutamaan tersendiri. Pelaku sedekah akan senantiasa mendapatkan aliran pahala, meski ia telah wafat, selama apa yang disedekahkan itu masih dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

Sa’ad bin Ubadah mendatangi Rasulullah Saw. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia. Apakah sedekah yang paling utama?” Rasulullah Saw menjawab, “Air.” Kemudian Sa’ad bin Ubadah menggali sumur, dan berkata, “Ini milik Ummu Sa’ad.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban ini, Sa’ad bin Ubadah bersedekah atas nama ibunya dengan sumur yang airnya bisa dimanfaatkan oleh kaum muslimin sepanjang waktu.

KEENAM, SEDEKAH DENGAN BAHAN KEBUTUHAN POKOK

Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada sedekah yang pahalanya lebih besar daripada sedekah dengan air.”

Air adalah salah satu kebutuhan pokok umat manusia. Selain sebagai komponen utama tubuh manusia, air juga berperan penting dalam membantu aktivitas sehari-hari seperti mencuci, bersuci, bercocok tanam, dan sebagainya. Selain itu, air juga bermanfaat bagi semua jenis hewan dan tumbuhan.

KETUJUH, SEDEKAH UNTUK KEPENTINGAN PERJUANGAN DI JALAN ALLAH

Dari Abu Umamah, Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah naungan tenda di jalan Allah Ta’ala,” lanjut Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad ini, “dan penyedia pelayan di jalan Allah Ta’ala.” Selain itu, “Menyediakan unta di jalan Allah Ta’ala,” pungkas Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam Tirmidzi dan Hakim.

Kepentingan yang dibutuhkan dalam jihad di jalan Allah Ta’ala amat banyak jumlahnya. Mulai dari persenjataan dan kendaraan hingga penyedia air minum dan tenaga medis bagi pasukan yang terluka. Selain itu, bagi yang tidak bisa pergi ke medan jihad lantaran sakit menahun atau alasan syar’i lainnya, bagi mereka tetap terbuka peluang untuk ikut serta dalam jihad dengan memberikan infaq terbaiknya.

Semoga Allah Ta’ala kurniakan kekuatan kepada kita untuk melakukan semua jenis sedekah yang paling utama ini. Aamiin

15 Perkara Yang Menyebabkan Terjadinya Bencana


15 Perkara Yang Menyebabkan Terjadinya Bencana
Penjelasan Rasulullah SAW mengenai bencana sering dikaitkan dengan pra-kondisi sebelum terjadinya bencana tersebut. Hadist riwayat Imam Atturmudzi, dan yang menghimpun hadis ini adalah ulama Alwalial annajdwi yang menghimpun 40 hadis yang menerangkan tentang bencana.

Ketika dia metafsirkan hadis ini beliau memberi judul “Lima Kedurhakaan / Kemaksiatan yang Dapat Menyebabkan Datangnya Bencana.”


Dari Ibnu Ali bin Abi Thalib berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda : “Bilamana umatku telah mengerjakan 15 perkara ini, maka bala bencana pasti akan turun menimpa mereka.” Sahabat bertanya., 
 “Apa 15 perkara itu ya Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bala akan datang bilamana :

1. Harta Negara hanya beredar (dipegang) di kalangan orang-orang tertentu.
2. Apabila amanah telah dijadikan sumber keuntungan.
3. Apabila zakat dijadikan hutang.
4. Bala akan datang bilamana suami menurut kemauan isteri.
5. Anak durhaka terhadap ibunya.
6. Sedangkan ia berbuat baik kepada teman sebayanya (pada kehidupan keluarga)
7. Menjauhkan diri dari ayahnya.
8. Suara-suara ditinggikan di dalam masjid
9. Pemimpin suatu kaum adalah orang yang terhina diantara mereka.(banyaknya pemimpin yang dipilih dari golonganya sendiri dengan dalih kebenaran menurut golongan mereka sendiri).
10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
11. Khamer / arak (minuman beralkohol) sudah diminum segala tempat.
12. Kain sutra banyak digunakan oleh kaum laki-laki.
13. Penyanyi disanjung-sanjung.
14. Musik banyak dimainkan.
15. Generasi akhir umat ini melaknat / menyalahkan generasi pertama yakni para sahabat radiallahu anhum ajmain.

Akhir dari sabda Rasulallah SAW adalah : “Maka hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau mereka dirubah menjadi mahluk yang lain apabila mereka telah melakukan 15 perkara tersebut.”

Aisyah Sampai Gugup Dan Ketakutan Dengan Sosok Umar Bin Khattab?

Aisyah Sampai Gugup Dan Ketakutan Dengan Sosok Umar Bin Khattab?

KETIKA Aisyah sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan di rumahnya, tiba-tiba Rasulullah masuk ke dalam rumah. Saat itu Aisyah masih saja meneruskan perbincangannya dengan perempuan tersebut. Beberapa saat kemudian Umar bin Khattab juga masuk.

Begitu Umar memasuki rumah, Aisyah langsung terdiam menghentikan bicaranya dan duduk dengan tenang. Melihat perilaku Aisyah yang mendadak terdiam begitu melihat Umar, maka Rasulullah pun tertawa geli.

Karena penasaran, Umar pun bertanya”Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu tertawa?”

Rasulullah bukannya langsung menjelaskan alasan tertawanya kepada Umar, beliau malah mengajak Umar keluar dan berbicara tentang hal lain.

Umar pun berkata, “Demi Allah, aku tidak akan pergi hingga aku mendengar Rasulullah mengatakan alasannya kepadaku.”

Rasulullah pun lalu memerintahkan Aisyah untuk mengatakan alasannya. Dan Aisyah pun menjelaskan alasannya kepada Umar, bahwa diam-diam dia selalu gugup dan ketakutan setiap kali berhadapan dengan sosok Umar.

Kenapa Aisyah sampai gugup dan ketakutan dengan sosok Umar bin Khattab?


Suatu hari Aisyah menghidangkan daging kelinci yang telah dimasak secara khusus untuk Rasulullah. Kemudian Aisyah berkata kepada Saudah (sedang Rasulullah waktu itu sedang berada di tengah-tengah kedua istrinya ini). “Wahai Saudah, makanlah daging ini.”
Saudah enggan memakannya.

“Kamu mau makan atau aku akan melumurkan makanan ini ke mukamu?” kata Aisyah agak mengancam.

Saudah tetap diam dan enggan untuk makan.

Maka Aisyah meletakkan tangannya pada daging kelinci yang telah masak tersebut, lalu melumurkannya pada wajah Saudah.

Rasulullah pun tersenyum melihat tingkah Aisyah sembari mengusapkan tangannya ke wajah Saudah.”Sekarang lumurilah wajah Aisyah.”

Saudah pun melakukannya. Lalu beliau tertawa lagi.

Dalam keadaan demikian, tiba-tiba terdengar suara Umar bin Khattab “Wahai Abdullah… Wahai Abdullah…”

Mendengar suara Umar ini, Rasulullah mengira Umar akan masuk ke dalam rumah sehingga cepat-cepat beliau berkata kepada kedua istrinya, “Berdiri dan basuhlah wajah kalian berdua.”
Sejak kejadian itu, Aisyah merasa takut kepada Umar. Karena Rasulullah sendiri pun segan kepadanya.
[Sumber: Kumpulan Humor ala Nabi Muhammad, Penulis: Abu Islam Ahmad bin Ali]

Gangguan Setan Ketika Manusia Sakaratul Maut

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ajarilah orang-orang yang hendak meninggal dunia di antara kalian ucapan laa ilah illallah,” (Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram no 501 mengatakan, “Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim dan kitab hadits yang empat [Nasai, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah].

MAUT itu hak dari setiap yang bernyawa. Manusia tentu saja digolongkan pada yang bernyawa tersebut. Bagi siapapun, kematian adalah sesuatu yang pasti, namun bagaimana kita mati adalah pilihan bagi kita.

Dalam banyak sumber dan kajian, disebutkan bahwa saat-saat sakaratul maut adalah saat yang genting. Betapa tidak? Setan mengganggu manusia pada akhir hayat menjadi sesuatu paling dahsyat.


Setan mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan.


Gangguan 1
Akan datang Setan dengan berbagai rupa yang rumit dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. Ini disebabkan orang yang tengah berada dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut.

Gangguan 2
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang ditakuti seperti harimau, singa, ular dan kalajengking yang berbisa.

Gangguan 3
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai binatang yang menjadi kesukaan orang yang hendak mati itu. Jika orang tersebut suka sekali kepada burung, maka serupa dengan burung, dan jika dia suka terhadap ayam sabaung untuk berjudi, maka dirupakan pula dengan ayam sabung judi, dan begitu seterusnya.

Gangguan 4
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sesuatu  yang paling dibenci oleh orang yang akan mati tersebut. Misalnya musuhnya sewaktu masih hidup.

Gangguan 5
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman.

Gangguan 6
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut menyerupai ulama-ulama yang membawa banyak kitab.

Gangguan 7
Setan datang kepada orang yang tengah berada dalam sakaratul maut terdiri dari 72 barisan.
Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia kalimat  talkin “Laa Ilaaha Illallah” untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan itu.

Sifat - Sifat Umar Bin Khattab

UMAR bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan khalifah kedua Islam (634-644). 

Umar juga merupakan satu di antara empat orang Khalifah yang digolongkan sebagai Khalifah yang diberi petunjuk (Khulafaur Rasyidin). Umar dilahirkan di kota Mekkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim.

Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yaitu Al-Faruk yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka.

Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah. Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah, sebagaimana tradisi yang dijalankan oleh kaum jahiliyah Mekkah saat itu, Umar juga mengubur putrinya hidup-hidup sebagai bagian dari pelaksanaan adat Mekkah yang masih barbar.

Setelah memeluk Islam di bawah Nabi Muhammad SAW., Umar dikabarkan menyesali perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu sebagaimana diriwayatkan dalam satu hadits “Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku.” Umar juga dulunya dikenal sebagai seorang peminum berat, beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi seorang Muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.

Umar Bin Khattab

Setelah masuk Islam, juga ada banyak sifat-sifat Umar yang sangat luar biasa.

Di antaranya adalah:

1. Pemberani Sifat pemberani adalah sifat dasar yang dimiliki Umar bin Khattab sebelum masuk Islam.

Maka ketika beliau masuk Islam sifat pemberani ini beliau arahkan dalam membela da`wah Rasulullah SAW. Orang yang berani terang-terangan melakukan hijrah ke kota Madinah adalah Umar bin Khattab. Beliau malah menantang orang-orang kafir Quraisy dengan perkataan `Siapa yang ingin istrinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim maka halangilah saya untuk hijrah` dan tidak ada orang kafir Quraisy yang berani menghalangi Umar bin Khattab melaksanakan hijrah.

2. Sederhana Umar adalah pribadi yang sederhana ketika telah masuk Islam. 

Hal ini bisa dibuktikan ketika beliau menjabat sebagai khalifah. Umar tidak pernah tinggal di sebuah istana, rumah mentereng ataupu gedung yang tinggi, tapi beliau tinggal di sebuah bangunan sederhana dekat mesjid, dan lebih sering berada di mesjid; bahkan beliau lebih sering tidur di atas pelepah kurma daripada kasur yang empuk. Atau ketika beliau tidak melebihkan harta rampasan (ghanimah) yang dibagikan diantara kaum muslimin. Ketika kaum muslimin dapat bagian satu kain perorang untuk dibuat baju, maka Umar pun mengambil satu; dan itu tidak cukup untuk bahan baju beliau yang memiliki badan yang besar, maka sebagai jalannya ia meminta kepada anaknya Abdullah, agar bagian anaknya diberikan kepada Umar untuk dibuat sebuah baju. Atau ketika ia berkunjung ke daerah taklukan, ia berjalan dengan memakai pakaian yang sederhana dan terkesan kusam, diiringi oleh Patrik Yerusalem, Sophronius menggambarkan kesederhanaan Umar; sungguh inilah kesehajaan dan kegetiran yang dikabarkan oleh Daniel sang nabi ketika ia berdiri di tempat suci ini.

3. Adil Umar juga dikenal sebagai pemimpin yang adil. 

Hal ini dirasakan oleh seorang kakek Yahudi, yang rumahnya berda di dekat mesjid. Pada saat itu Gubernur Mesir `Amr bin `Ash akan melakukan pelebaran Mesjid, dan rumah orang Yahudi tersebut harus dibongkar. Dengan kebijakan ganti rugi `Amr bin `Ash merayu orang yahudi tersebut untuk pindah, namun dia enggan. Namun `Amr bin `Ash bersikeras untuk membongkar rumah tersebut. Maka orang Yahudi tersebut mendatangi Khalifah Umar dan menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya. Maka Umar mengambil sebuah tulang dan membuat garis dengan pedang di atas tulang tersebut dan menyuruh orang Yahudi tersebut untuk membawa dan menyerahkannya kepada `Amr bin `Ash. Dengan penuh keheranan orang Yahudi tersebut pulang ke Mesir dan menghadap kepada `Amr bin `Ash sambil menyerahkan tulang yang diberikan oleh Umar bin Khattab. Ketika `Amr bin `Ash menerima tulang tersebut pucatlah wajah beliau dan menyuruh para pengawalnya untuk menghentikan pembongkaran. Dengan penuh keheranan orang Yahudi tersebut bertanya kepada `Amr bin `Ash tentang apa yang terjadi. Maka `Amr menjawab bahwa Umar telah mengingatkan aku sebagai seorang pemimpin yang harus berlaku adil terhadap rakyatnya. Maka kagumlah orang Yahudi tersebut maka ia masuk Islam dan merelaka rumahnya untuk dibongkar.

4. Tegas Salah satu bentuk ketegasan Umar bin Khattab adalah ketika beliau memecat Khalid bin Walid sebagai panglima perang dengan pemikiran bahwa Umar merasa takut kalaulah umat Islam terlalu mendewakan Khalid bin Walid yang telah berhasil memimpin pasukannya meraih kemenangan dalam beberapa pertempuran; dan hal itu diterima dengan lapang dada oleh Khalid bin Walid.

5. Loyalitas Tinggi Umar adalah orang yang memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap Allah, Rasulullah saw, dan agama Islam. 

Kecintaan terhadap Allah SWT dan agama Islam beliau buktikan dengan menginfakkan setengah harta beliau untuk da`wah Rasulullah saw. Dan yang paling mengharukan rasa cinta beliau adalah bagaimana ia tidak menerima kematian Rasulullah saw; sampai ia menghalangi persiapan penguburan dan mengancam orang yang berkata Rasulullah telah meninggal maka ia akan menemui ajalnya. Para sahabat pun merasa kebingungan dengan keadaan seperti ini. Hal ini sampai ke telinga Abu Bakar, maka beliau berkata `Barang siapa yang menyembah Muhammad, sungguh dia telah meninggal; tapi barang siapa yang menyembah Allah SWT, maka Dia itu hidup selamanya takkan pernah mati`; kemudian beliau membaca surat Ali-imran ayat 144. Mendengar itu Umar tersadar dan menitikkan air mata pertanda kesedihannya.

6. Tanggung Jawab Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab. 

Hal ini dibuktikan ketika beliau selalu berpatroli mengontrol rakyatnya sambil memikul keperluan rakyatnya. Pernah suatu waktu beliau melihat seorang ibu yang sedang membohongi anaknya yang kelaparan dengan pura-pura menanak beras, padahal batu yang ada dalam wadah tersebut. Melihat hal tersebut Umar mengambil gandum dan beliau pikul sendiri. Ketika pengawalnya menawarkan untuk memikulnya, maka Umar berkata `Apakah kamu akan menjerumuskan aku ke dalam neraka karena telah menelantarkan rakyatku dan membiarkannya kelaparan? Itu adalah salah satu bukti sifat tanggung jawab Umar sebagai seorang pemimpin

Seekor Tikus Dan Ahli Ibadah

Kisah Ahli Ibadah
Ali bin Thalib pernah berkata, “Ada dua jenis manusia yang merusak agama : ahli ibadah yang bodoh dan orang alim yang melakukan dosa.” Ahli ibadah yang bodoh membuat semua ibadahnya sia-sia karena tak dikerjakan berdasarkan ilmu. Sedangkan orang berilmu yang melakukan dosa, maka ilmunya percuma karena tak kuasa menahan dirinya dari perbuatan dosa.

Ada sebuah kisah yang menjelaskan ini sebagaimana dituturkan oleh Prof Dr Abdullah Azzam dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah. Beliau mengisahkan sosok ahli ibadah dari kalangan Bani Israil.



Pada suatu malam, sebagaimana biasanya ia bergegas untuk menuju masjid guna menunaikan shalat malam. Shalat malam sudah menjadi kebiasaan dan kenikmatan baginya. Ternyata, malam itu, dalam perjalanan menuju masjid, ia menginjak seekor tikus. Qadarullah, tikus yang diinjaknya itu mati.

Karena kejadian itu, ahli ibadah Bani Israil ini mengalami sedih yang amat mendalam. Ia merasa melakukan dosa besar sehingga mencari cara agar dosanya itu terampuni. Maka, atas ijtihad pribadinya, ia berniat membuat kantong kain untuk menempatkan bangkai tikus itu.

Lalu, kantong berisi bangkai tikus tersebut digantungkan di lehernya. Ia berniat untuk melakukan itu hingga bangkai itu benar-benar membusuk dan kembali menjadi tanah. Maka terhitunglah bilangan tahun yang ia butuhkan agar bangkai tersebut rusak secara alami tanpa bekas.

Tentu saja, dalam bilangan tahun itu, lelehan bangkai tikus senantiasa menetes di tubuh ahli ibadah Banis Israil itu.

Kemudian, pada suatu hari, berjalankah ahli ibdah Bani Israil itu hingga sampai di majlis seorang ahli ilmu. Melihat gantungan kain yang berbau busuk itu, ahli ilmu bertanya, “Apa isi kantong yang tergantung di lehermu?” Seraya menundukkan kepala, ahli ibadah itu berkata, “Bangkai tikus.” Lanjut ahli ilmu, “Mengapa kau melakukan ini?” Lalu dikisahkanlah apa yang dialaminya secara detail.

Jelas ahli ibadah itu, “Aku melakukan ini untuk menebus dosaku karena telah membunuh tikus ini.” Tanpa jeda, sang ahli ilmu menukasi, “Selama itu pula, shalatmu tidak diterima karena najis yang ditimbulkan dari bangkai tikus itu.”

Sahabat Kisah Hikmah, apa yang dialami oleh ahli ibadah ini, bisa jadi menimpa pula pada diri sebagian kita. Banyak ibadah yang dikira kita lakukan dengan sempurna, tetapi ternyata tidak demikian sebab diri tak mengetahui ilmunya.

Maka, sebelum kejadian seperti ahli ibadah Bani Israil ini menimpa diri kita, penting kiranya untuk memperdalam ilmu dengan bertanya dan menimbanya kepada ahli ilmu. Agar ibadah kita tak sia-sia sebab memiliki landasan dalil yang kuat dan agar ilmu itu kita senantiasa membimbing diri menuju cahaya Allah Swt yang terang benderang

Israfil Yang Meniup Sangkakala

Telah kami isyaratkan ketakutan di kubur. Yang lebih keras lagi adalah hembusan bentuk, kebangkitan, hisab, penimbangan dan penyeberangan Ash-Shirath. Ini berbagai macam gambaran menakutkan yang harus diimani dan dipikirkan lebih jauh.

Banyak manusia yang tidak memiliki iman di dalam hati terhadap akhirat.

Andaikan manusia tidak menyaksikan kelahiran hewan, kemudian berkata, “Tentunya di sana ada pencipta yang menciptakan dari setetes air yang hina seperti halnya anak Adam yang berakal dan dapat berbicara ini,” tentunya dia sama sekali tidak akan percaya kepada semua itu. Ditambah lagi dengan penciptaan hal-hal yang mengundang decak kekaguman, tentu akan mendorongnya untuk berpikir lagi.

Bagaimana mungkin seseorang mengingkari kekuasaan dan hikmah Allah yang disaksikannya sejak awal mula penciptaan, maka selanjutnya akan lebih mudah lagi. Jika imanmu sudah kuat, maka susupkanlah rasa takut, banyaklah berpikir dan mengambil pelajaran. Lakukanlah hal ini dengan sungguh-sungguh dan tekun. Yang pertama kali di dengar mayit

Suara Israfil Yang Meniup Sangkakala
Ilustrasi
adalah suara Israfil yang meniup sangkakala, lalu dia akan membentuk rupamu dan engkau akan berdiri terperangah menghampiri seruan. Allah berfirman, “Dan, ditiuplah sangkakala. Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) Rabb mereka.” (Yasin: 51)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Bagaimana mungkin dirasa cukup, sementara malaikat pembawa sangkakala telah bersiap-siap, memasang pendengarannya dan menunggu dia diperintahkan untuk meniup sangkakala hingga dia meniupnya. Orang-orang muslim berkata, “Apa yang harus kita ucapkan wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik penolong, dan kami bertawakal kepada Allah’.” (Diriwayatkan Al-Hakim dan Ibnu Hibban) Di dalam Ash-Shahihain disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Pada hari Kiamat manusia dihimpun di atas tanah putih bersih seperti bulatan yang bening.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Kemudian pikirkanlah kerumunan manusia, lalu matahari yang di dekatkan di atas kepala mereka, siksaan yang pedih dan hati yang susah gelisah. Pikirkanlah pertanyaan Rabb-mu tentang amal-amalmu tanpa menggunakan perantaraan. Telah diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Pada Hari Kiamat manusia diadili dengan tiga kali pengadilan: Dua kali berupa pengajuan pertanyaan dan penyampaian alasan, dan yang ketiga lembaran-lembaran berhamburan, lalu ada yang mengambil dengan tangan kanannya dan ada yang mengambil dengan tangan kirinya.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah) Dari Abu Barzah, dia berkata “Rasulullah SAW bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidak akan tergelincir sehingga dia ditanya tentang umurnya yang telah dia habiskan, tentang amalnya yang telah dia kerjakan, tentang hartanya, darimana dia mendapatkannya dan untuk apa dia membelanjakannya, serta tentang badannya yang telah dia rapuhkan.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ad-Darimi)

Disebutkan di dalam “Ash-Shahihain”, dari Shafwan bin Makhraz, dia berkata, “Selagi aku sedang memegang tangan Ibnu Umar, tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya bertanya, “Bagaimana engkau mendengar Rasulullah bersabda tentang pembincangan pada Hari Kiamat?” Ibnu Umar menjawab, “Aku mendengar Rasullullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mendekati orang mukmin, lalu meletakkan naungan-Nya di atasnya, menutupinya dari manusia dan menetapkan dosa-dosanya, seraya berfirman, “Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa ini?” Sehingga ketika Allah sudah menetapkan dosa-dosanya, dan orang mukmin itu melihat dirinya telah hancur, maka Allah berfirman, ‘Sesungguhnya aku telah mengampuninya’. Beliau bersabda, ‘Kemudian Dia memberikan kitab kebaikan-kebaikannya. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik, maka para saksi berkata, “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.” (Hud: 18) Dari hadist Abu Sa’’id dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sebuah jembatan dibentangkan di atas neraka Jahannam, dan aku adalah orang yang pertama melewatinya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Sumber : MINHAJUL QASHIDIN, “Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk”, IBNU QUDAMAH

Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Please Bantu Saya, Like This !!!

×


Bantu Share (Bagikan) FB / Link Website Cermeos ini, Agar Kita Semua Dapat Berkah Dari Sebarkan Ilmu Agama ini.. !!!

gif maker